Peresmian Rumah KAT oleh Dirjen Dayasos Kemensos RI

Administrator 04 Maret 2020 0 Kali
Peresmian Rumah KAT oleh Dirjen Dayasos Kemensos RI
BOALEMO - Kali ini Satpol PP Boalemo melaksanakan pengamanan Peresmian Rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT ) oleh  Dirjen Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Pepen Nazaruddin di Desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Rabu (04/03/2020). 

Peresmian Rumah KAT ini di hadiri oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Andi Z A Dulung, Direktur Komunikasi Adat Terpencil La ode Taufik, Direktur PFM wilayah lll, Gubernur Gorontalo, Bupati Boalemo, Anggota DPR RI  Idah Syaidah, Bupati Gorontalo Utara, Forkopimda Provinsi Gorontalo dan Forkopimda Kabupaten Boalemo.

Dalam kegiatan tersebut Dirjen Pemberdayaan Sosial meresmikan 39 Rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT).

"Masyarakat Kabupaten Boalemo berterimakasih dengan program Bpk Presiden melalui Kementerian Sosial seperti bantuan rumah sederhana bagi Komumitas Adat Terpencil sebagaimana di daerah kami sudah empat kali mendapat bantuan rumah", ucap Bupati Boalemo

Peresmian yang seharusnya dihadiri oleh Menteri Sosial RI Jauhari P. Batubara tersebut, ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah. Mensos Jauhari berhalangan hadir karena mengikuti rapat dengan Presiden Joko Widodo.

"Intinya program pembangunan kami ini namanya adalah komumitas adat terpencil yang kita bangun dan kita kuatkan komunitasi adat kearifan lokal yang ada di Provinsi Gorontalo.

Kita hilangkan kerterpencilannya, jangan sampai terpencil jauh dari kehidupan sehingga  terpencil secara geografis, terpencil sosial budaya sehingga merugikan program pemerintah", jelas Pepen

Program Rumah KAT ini, merupakan bantuan dari Kemensos pada tahun 2019. Sebanyak 129 unit KAT yang dibangun dengan anggaran Rp5 miliar dengan rincian 39 unit di Desa Rumbia, 42 unit di Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur, Pohuwato, serta 45 unit lainnya di Desa Potanga, Gorontalo Utara.

Di tempat yang sama, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menekankan bahwa pentingnya verifikasi dan validasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta).

“Setelah kami turunkan tim, ternyata hampir 40 persen datanya tidak akurat lagi. Ada yang sudah pindah, masih dapat PKH, ada yang sudah meninggal dapat PKH, ada yang kaya, punya motor dan lain-lain. Ada juga bantuan hanya berputar-putar saja di keluarga itu. Ini yang tidak boleh”, pungkas Gubernur

Di kesempatan itu pula, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut memberikan berbagai bantuan seperti Sembako dari Baznas bagi 750 Kaum Duafa, Santunan bagi 250 Anak Yatim, bantuan bibit pohon untuk warga KAT, serta bantuan Kemensos bagi warga KAT yang diterima langsung oleh Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin.[SP/RD]

Copyright © 2019 Satuan Polisi Pamong Paraja | Didukung Oleh Smart Data Integrasi